RSS Feed

Coban Rondo, Air Terjunnya Dewi Anjarwati

Posted by Maliq Abd foto

Seorang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahannya, yakni Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dengan mempelai pria Raden Baron Kusumo berasal dari Gunung Anjasmoro, pada usia pernikahannya yang masih menginjak 36 hari atau disebut dengan "selapan" (Jawa), si Dewi mencoba mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro yang merupakan asal dari suaminya.

Dalam kepergian mereka berdua, orang tua Dewi melarang agar kedua mempelai tersebut tidak pergi karena usia pernikahan mereka masih muda. Namun, meski dilarang kedua mempelai tersebut bersikeras dan nekat pergi dengan resiko apapun yang terjadi nantinya.

Menikmati Liukan "Aura Kasih" di Hulu Sungai Brantas

Posted by Maliq Abd foto


Batu - Kota Wisata Batu, 97 km selatan Kota Surabaya, Jawa Timur, tidak hanya menawarkan wisata hiburan, pendidikan, alam maupunn agrowisata bagi keluarga. 

Aktivitas wisata yang menantang serta ekstrim bagi mereka yang mempunyai kemampuan fisik dan mental tinggi serta jiwa petualang pun ada di Kota Dingin dengan simbol/ikon buah Apel ini.

Wisata itu salah satunya adalah "rafting" atau arung jeram dengan menyusuri aliran (hulu) Sungai Brantas di kawasan Desa Pandan Rejo, Kecamatan Bumiaji.

Jika ingin menikmati wisata ini, harus mempunyai keberanian tersendiri, sebab tantangan yang ada di wisata ini adalah nyata tantangan alam dan tidak dibuat-buat, seperti bebatuan dan derasnya arus hulu Sungai Brantas, sehingga memerlukan keberanian khusus.

Aspek petualangan sambil berekreasi dalam wisata ini lebih menonjol, sebab lokasi arung jeram berada di daerah yang masih hijau dan asri serta menawarkan suatu pemandangan indah pedesaan di kanan kiri sungai yang dilewati.

Kebun Teh Wonosari Tawarkan Sensasi Lain

Posted by Maliq Abd foto

Kebun teh Wonosari merupakan Agrowisata kebun teh yang berada sekitar 30 km arah utara Kota Malang. Posisinya, tepat berada di kaki Gunung Arjuno di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.


Selain menyajikan pemandangan khas hamparan kebun teh, agrowisata ini juga menyuguhi pengetahuan soal teh, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.

Menarik sekali, karena selama ini banyak orang tidak mengetahui proses pembuatan teh. Mulai dari daun teh yang dipetik kemudian mengalami proses hingga akhirnya bisa diseduh dalam cangkir.

Namun, aktivitas para wanita paruh baya memetik daun teh hingga proses pengolahan di pabrik lingkup PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) ini, hanya bisa dinikmati hari biasa/kerja (weekday). Bila belibur pada hari libur atau akhir pekan, aktivitas pengolahan teh seperti ini tidak bisa didapat.

Ayam Pedas Bu Aminah Khas Gunung Kawi

Posted by Maliq Abd foto


Malang – Berkunjung ke tempat wisata Gunung Kawi kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke Warung Ayam Pedas yang berada setengah kilometer sebelum memasuki tempat wisata itu, tepatnya di Jalan Raya Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Warung sederhana dengan dinding bambu ini, terkesan tidak ada yang istimewa jika dilihat dari bentuk bangunannya.

Namun, jangan terheran bila warung yang terlihat tua ini pernah di singgahi sejumlah orang terkenal seperti kepala dinas hingga bupati atau wali kota.

Teh Putih, Teh Sejati

Posted by Maliq Abd foto



Malang - Kebun teh Wonosari, Lawang yang berada di kaki Gunung Arjuno merupakan agrowisata kebun teh yang berada sekitar 30 km arah utara Kota Malang.

Pada umumnya keberadaan kebun teh, selalu menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan panorama keindahan alam. Namun berbeda dengan Kebun Teh Wonosari, sebab selain menawarkan suasana tersebut, produk tehnya sangatlah berbeda dibandingkan dengan kebun teh daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Festival Film Indonesia 2009 di Kota Batu Yang Terasa Sunyi

Posted by Maliq Abd foto


Pagelaran Festival Film Indonesia (FFI) Tahun 2009 yang dilaksanakan di Kota Batu, Jawa Timur, memang telah berakhir Minggu (6/12) lalu. Namun, hingga kini pelaksanaan ajang perfilman nasional terbesar di Indonesia ini terus menuai kecaman dan kontroversi.

Mulai dari panitia yang sengaja melibatkan faktor “mistik” dalam pelaksanaanya dengan mendatangkan “pawang hujan” (ahli menolak hujan), hingga keluhan dari gabungan Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, yang menganggap kedatangan sejumlah artis ibukota ke "Kota Apel” itu tidak berdampak sama sekali pada okupansi (tingkat hunia) ke hotel dan restauran di sana.

Tidak heran, bila berbagai kalangan masyarakat di Jatim bila ditanya FFI di Batu, pada umumnya mengatakan "tidak tahu!" atau "ah masa sih!" atau "lko emang ada apa di Batu".

Itu semua karena tidak adanya promosi sama sekali terkait pelaksanaan FFI 2009 di kota wisata berhawa sejuk tersebut, sehingga jadilah wajar bila FFI Tahun 2009 menjadi sunyi. Jauh dari hinggar bingar "pesta" para selebritis yang biasanya bergema dan terkesan meriah.