RSS Feed

Pemimpinku Lho..!!!, Masyarakatku Pun Lho..!!!

Posted by Maliq Abd

Foto : Repro Google Picture
Di sebuah gang jalan bernama Flamboyan di lereng bukit Songgoriti, Kota Batu, Jawa Timur, hidup seorang ustadz yang dikenal baik oleh masyarakatnya.

Kebaikan ustad itu dikenal karena dia cukup rajin mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat lima waktu, kadang pula dia menjadi imam atau pemimpin sholat jamaah di masjid gang itu.

Masyarakat setempat awalnya mengenal ustadz itu cukup singkat, hanya beberapa bulan tinggal disitu dan rajin mendatangi masjid, "orang baru" itu sudah mendapat predikat atau julukan sebagai "ustadz", ditambah lagi masyarakat sudah sangat percaya dan mengaku mengenal baik.

Namun pada suatu malam, di saat masyarakat gang Flamboyan tertidur pulas, tiba-tiba dibuat kaget dan terhentak tak karuan oleh suara letusan senapan.

Suara sunyi dan nyanyian merdu para jangkrik di malam hari itu pun hilang lenyap entah kemana, diganti suara saling tembak, seolah gang Flamboyan itu berubah menjadi perkampungan koboi di Texas, Amerika Serikat.

Musuh Utama Timnas Garuda

Posted by Maliq Abd

Timnas Garuda. Foto by Antarafoto.
Gollll…!!! "Suara gemuruh sorak sorai penonton di Gelora Delta Sidoarjo, Jatim, Rabu (18/9) petang memastikan Timnas U-19 lolos ke semifinal dan bertemu Timor Leste pada Jumat (20/9).

Gol yang disambut dengan suka cita dan euforia itu membuat kepercayaan garuda muda kembali bangkit, dan rasa nasionalisme pun kembali tegak setelah beberapa tahun terakhir harus tertunduk lesu karena di beberapa pertandingan harus menyerah melawan Timnas Malaysia.

Dalam beberapa opini publik, Malaysia dianggap musuh bebuyutan Indonesia, sebab beberapa kali membuat “jengkel” karena menghadang langkah Garuda untuk menuju puncak juara Asia Tenggara, sehingga emosi dan rasa nasionalisme warga pun turut larut ketika lawan yang dihadapi adalah Malaysia. Dan ketika Garuda berhasil mengkandaskan Harimau Malaya, emosi dan euforia pun turut meluap-luap seperti telah berhasil menggapai tangga juara.

Syndrome Takut Bangsa Sendiri

Posted by Maliq Abd

Foto : Repro Google Picture
Kecendrungan manusia Indonesia kekinian adalah takut terhadap fisiknya sendiri dan selalu diselimuti curiga kepada saudara sebangsanya ketika memegang amanah.

Rasa takut, khawatir dan tidak percaya terhadap bangsanya sengaja dipupuk subur hingga kini, dan kita juga tidak sadar mengajarkan ketakutan itu kepada anak-anak kita atau generasi selanjutnya.

Contoh kecil di masyarakat, banyak iklan layanan publik yang menganjurkan supaya kita tidak menerima pemberian dari orang tidak dikenal, dan jangan menyapa kepada orang yang tidak dikenal serta mengasih apa-apa kepada orang yang tidak dikenal.

Para Caleg Itu Orang Hebat

Posted by Maliq Abd

Foto : Google Picture
Memasuki tahun 2014, masyarakat kembali disuguhi pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif (Pileg), dan gregetnya sudah mulai nampak sejak beberapa pekan lalu dengan banyaknya gambar calon anggota legislatif (caleg) di setiap jalan raya dan sudut-sudut kampung.

Banyaknya gambar caleg itu, mengingatkanku kembali pada pelaksanaan pileg yang juga terjadi pada tahun 2008. Dengan jargon yang hampir sama "menyejahterakan rakyat" para caleg itu kembali berusaha bertarung pada pileg yang akan digelar tahun 2014.

Seperti tidak kenal lelah, pertarungan para caleg kembali terjadi, hal ini membuktikan jika mereka adalah orang yang benar-benar serius ingin menjalankan roda demokrasi di negara ini.

Keseriusan itu juga dibuktikan dengan melakukan langkah yang luar biasa, membuang uang jutaan hingga miliaran rupiah untuk meraup suara terbanyak.

Superman dan Nabi

Posted by Maliq Abd

foto : google picture
    Ada anak bertanya kepada bapaknya tentang perbandingan kehebatan Superman dengan nabi. Pertanyaan itu timbul karena selama ini anak tersebut hidup dalam keluarga yang religi, serta didoktrin mengenai kehebatan seorang nabi.

     Di lain sisi, pergaulan sang anak dengan teman-teman sebayanya semakin berkembang, dan mendengar cerita mengenai kehebatan film Superman yang juga telah ditontonnya, sehingga membuat anak tersebut merasa perlu bertanya kepada bapaknya dan membandingkannya.

   Namun, jawaban sang ayah yang mengenyampingkan faktor psikologis anak itu dengan mengatakan Superman buatan orang Yahudi dan sangat tidak bagus ditiru membuat sang anak kecewa, sehingga sedikit demi sedikit apresiasi sang anak terhadap kehebatan nabi yang sebelumnya tinggi tiba-tiba hilang.

    Seandainya kalau si ayah sedikit mampu mengontrol emosinya agar anak itu tetap mengakui kehebatannya nabinya dan bangga memiliki nabi, tentu bisa menjawab jika Superman adalah teman dari temannya nabi, dan Superman sangat salut terhadap kepada perjuangan nabi, tapi Superman belum sempat ketemu nabi
.

Mengakali Agama

Posted by Maliq Abd

Foto : Google Picture
Keberadaan agama di bumi bukanlah sebuah institusi, sehingga hukum yang dibuat tidak mengenal revisi atau pengajuan ke DPR atau lembaga sejenis.

Dengan rumus itu, keberadaan hukum agama yang berlaku pun mutlak, sehingga tidak bisa diakali, karena fungsi akal sama sekali tidak diperlukan dalam menyikapi hukum agama.

Ini bisa diartikan jika derajat hukum agama itu berada di atas manusia, berbeda dengan hukum yang dibuat manusia yang sifatnya sejajar atau bahkan dibawa manusia itu sendiri.

Dalam beberapa kasus perbuatan amoral oleh orang yang mempunyai landasan pendidikan agama di Indonesia, disebabkan mereka berupaya mengakali hukum agama.